LPME ECPOST- Pers Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai media informasi, tetapi juga sebagai suara yang mempresentasikan keresahan dan aspirasi mahasiswa. Dalam podcast perdana LPME Ecpost, tim berkesempatan berbincang santai dengan Kak Rama, mantan pimpinan umum LPME Ecpost periode 2025. Wawancara ini menjadi bagian penting untuk mengenalkan LMPE Ecpost kepada mahasiswa Universitas Jember khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Kak Rama menjelaskan mengenai pers mahasiswa, menurutnya pers secara umum itu diartikan sebagai lembaga yang tugasnya untuk menyuarakan suara masyarakat. Dalam konteks ini pers mahasiswa memiliki fungsi yang serupa dengan pers umum, yaitu sebagai media untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, dengan mahasiswa sebagai pelaku utamanya.
“ Pers mahasiswa itu sering disalahpahami. Banyak yang mengira kami hanya mengangkat isu-isu kampus. Sebenarnya sama dengan pers umum, kita juga bisa mengangkat permasalahan yang ada di dunia ini,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pers mahasiswa adalah sebagai salah satu media alternatif ketika pers umum dianggap tidak dapat menyuarakan suara rakyat. Hal ini terbukti pada era reformasi pers mahasiswa bisa sangat kental bahkan melahirkan kebijakan-kebijakan representatif.
Apa itu LPME Ecpost?
LPME Ecpost merupakan lembaga pers mahasiswa yang bergerak di lingkungan fakultas terutama di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. LPME Ecpost juga merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tertua di Universitas Jember, yang telah berdiri sejak tahun 1989 dan memiliki rekam jejak panjang dalam dunia jurnalistik kampus. Meski sempat mengalami vakum selama beberapa tahun, LPME Ecpost kini kembali aktif dan terus berupaya beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurut Kak Rama, LPME Ecpost bukan hanya sekedar pers mahasiswa biasa. Ia mengaitkan dengan Trias Politika yang terdiri dari Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Di luar ketiganya, terdapat pilar keempat, yaitu Pers. “Jadi kita itu sebagai pengawas dari berjalannya setiap lembaga entah itu di fakultas, di universitas, di negara bahkan internasional,” jelasnya.
Sejalan dengan tagline “Dari mahasiswa, oleh mahasiswa untuk kemajuan bangsa”, LPME Ecpost berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif mahasiswa terhadap berbagai isu yang ada di sekitarnya.
Skill yang Bisa Didapatkan di LPME Ecpost.
Bergabung di LPME Ecpost juga memberikan berbagai manfaat bagi mahasiswa. Kak Rama mengungkapkan beberapa keterampilan yang dapat dikembangkan.
Pertama,kemampuan komunikasi (speaking). Sebagai pers mahasiswa, anggota dituntut untuk mampu memberikan gagasan dan menginfluence masyarakat melalui informasi yang disampaikan.
Kedua, membangun relasi (networking). Kak rama menekankan pentingnya memiliki “orang dalam” di berbagai elemen untuk memudahkan dalam mendapatkan informasi yang akurat.
Ketiga, kemampuan menulis. Anggota pers mahasiswa harus mampu menulis dengan baik agar informasi dapat dipahami dengan jelas oleh pembaca. Dengan menulis, seseorang secara otomatis akan terbiasa membaca dan menganalisis, sehingga mampu mengembangkan pola pikir yang lebih kritis.
Harapan untuk LPME Ecpost.
Di akhir wawancara, Kak Rama menyampaikan harapannya agar Ecpost dapat terus berkembang dan memanfaatkan berbagai platform media yang ada. Ia juga berharap LPME Ecpost mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi sekaligus wadah bagi bibit-bibit jurnalis muda yang kritis dan berintegritas.
Podcast perdana LPME Ecpost ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pers mahasiswa memiliki peran penting di lingkungan kampus. Dari obrolan bersama Kak Rama, tergambar bahwa LPME Ecpost tidak hanya sebatas organisasi, tetapi juga menjadi ruang belajar, ruang pengembangan diri, dan ruang kontribusi bagi mahasiswa dalam mendorong kemajuan bangsa.
Penulis : Seyla Irfania
